JAKARTA – Pemerintah berencana mengembangkan sebuah pelabuhan besar baru di Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam rilisnya yang dikutip media, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, pelabuhan itu berlokasi di Tanjung Pinggir dan akan dikembangkan melebihi pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta.
Dalam bahasa lain, Tanjung Pinggir akan disiapkan sebagai international transshipment hub.
Direktur The National Maritime Institute (NAMARIN), Siswanto Rusdi, menilai niat tersebut sah-sah saja. Hanya saja ada beberapa catatan yang bisa disampaikan terkait pengembangan pelabuhan Tanjung Pinggir yang bisa dia sampaikan.
“Pertama, menyamakan Tanjung Pinggir dengan Tanjung Priok sesungguhnya narasi yang kurang tepat. Tanjung Pinggir itukan akan dikembangkan sebagai international transshipment hub sementara Tanjung Priok itu domestic transhipment hub. Jadi perbandingannya tidak apple-to-apple. Dalam khazanah manajemen pelabuhan Tanjung Priok merupakan gateway,” katanya, Senin (31/1).
Catatan kedua, tambah Siswanto, terkait dengan kondisi fisik Tanjung Pinggir itu sendiri untuk dikembangkan sebagai hub.
Menurutnya, bakal pelabuhan itu kondisinya jauh dari ideal untuk dikembangkan seperti yang diinginkan pemerintah.














