Dia minta kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan anaknya agar kasus serupa tidak terjadi kepada orang lain.
Sebab, perlakuan penagih utang sangat brutal dan kejam.
“Saya malu diteriakin dari luar, diperas dan anak saya dianiaya hingga patah tulang. Saya sudah mendatangi Polda Metro Jaya. Pihak penyidik berjanji segera melayangkan surat panggilan kepada BCA Finance sebagai pemberi kuasa kepada penagih utang. Kasus ini harus tuntas,” papar Natalia.
Sebelumnya diberitakan peristiwa penganiayaan terjadi, Selasa sekitar pukul 08.30, seorang bertubuh gelap mendatangi rumah Natalia di Jalan Antariksa, Ciganjur, Jaksel.
Dari depan rumah, penagih utang tersebut berteriak, marah-marah sembari menggoyang pintu pagar.
Salah seorang adik Natalia menghampiri lelaki tersebut dan mengajak bicara baik-baik.
Si penagih utang tersebut tidak terima, dia malah marah lebih keras lagi.
Kemudian penagih utang tersebut menelpon temannya yang tidak jauh dari tempat itu sehingga mereka menjadi tiga orang.
Melihat suasana di depan rumah kian memanas, Edy Donald, anak Natalia, muncul untuk melerai pertengkaran, namun disambut dengan pukulan bertubi-tubi.
Luka memar di beberapa bagian tubuh dan tulang kaki Edy Donald patah akibat penganiayaan yang tidak seimbang itu.














