Neraca perdagangan migas juga mengalami defisit pada bulan April 2014, meskipun turun menjadi 1,07 miliar dolar AS dari 1,35 miliar dolar AS di bulan Maret 2014.
Menyempitnya defisit neraca perdagangan migas ini didorong oleh kontraksi impor migas yang lebih dalam dibandingkan kontraksi ekspor migas. Impor migas terkontraksi 7,55% (mtm), akibat penurunan impor hasil minyak sebesar 0,50% (mtm) dan minyak mentah 24,78% (mtm), sementara ekspor migas hanya mengalami penurunan sebesar 0,35% (mtm) akibat turunnya ekspor minyak mentah.
Namun demikian, BI menilai defisit neraca perdagangan April 2014 ini masih sesuai dengan pola musiman antara lain terkait dengan meningkatnya permintaan menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri.
Kondisi ini diperkirakan akan kembali membaik didorong oleh meningkatnya aktivitas ekspor sejalan dengan perbaikan ekonomi global.
“Dengan perkembangan ini, BI berkeyakinan defisit transaksi berjalan untuk keseluruhan tahun 2014 dapat ditekan di bawah 3% dari PDB. BI akan terus mencermati risiko global dan domestik yang dapat mempengaruhi prospek defisit transaksi berjalan dan ketahanan eksternal,” pungkasnya.












