JAKARTA.BERITAMONETER.COM – Neraca perdagangan Indonesia masih mencatat kinerja positif setelah mengalami surplus US$38,54 miliar sepanjang periode Januari hingga November 2025, atau naik US$9,30 miliar dibanding dengan periode yang sama tahun lalu.
”Neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Surplus sepanjang Januari–November 2025 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar US$56,15 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit US$17,61 miliar, ” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini,pada konferensi pers di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, nilai ekspor Januari-November 2025 naik 5,61 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini terutama didorong oleh sektor industri pengolahan, yang mencatat nilai ekspor sebesar US$205,93 miliar, atau naik 14,00 persen.
Tiga besar negara tujuan ekspor Indonesia adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India.
Kontribusi ketiga negara ini mencapai 42,02 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-November 2025.
Tiongkok masih menjadi pasar ekspor utama komoditas non migas Indonesia dengan nilai mencapai US$58,24 miliar (23,80 persen), disusul Amerika Serikat sebesar US$28,14 miliar (11,50 persen) dan India sebesar US$16,44 miliar (6,72 persen).














