Menurut negara tujuan, peningkatan ekspor nonmigas Juni 2014 terutama terjadi untuk tujuan Amerika Serikat, Jepang, Thailand, Uni Eropa dan Taiwan.
Penurunan kinerja neraca perdagangan Juni 2014 tertahan oleh menyempitnya defisit neraca perdagangan migas yang turun menjadi 0,60 miliar dolar AS dari 1,34 miliar dolar AS di bulan Mei 2014.
Penyempitan defisit neraca perdagangan migas tersebut disebabkan oleh kenaikan ekspor migas sebesar 17,45% (mtm), baik minyak mentah, hasil minyak, dan gas, di saat impor migas terkontraksi 8,42% (mtm).
“BI memandang bahwa perkembangan neraca perdagangan Juni 2014 ini masih sesuai dengan pola musiman menjelang hari raya Idul Fitri dan diperkirakan kembali membaik didukung oleh peningkatan aktivitas ekspor seiring perbaikan ekonomi global. Bank Indonesia akan terus mencermati risiko global dan domestik yang dapat mempengaruhi prospek defisit transaksi berjalan dan ketahanan eksternal,” pungkasnya.













