Menurutnya, perbaikan kinerja neraca perdagangan Mei 2014 tertahan oleh peningkatan defisit neraca perdagangan migas yang naik menjadi 1,33 miliar dolar AS dari 1,04 miliar dolar AS di bulan April 2014. Meningkatnya defisit neraca perdagangan migas tersebut dipengaruhi oleh kontraksi ekspor migas sebesar 10,40% (mtm) akibat turunnya ekspor gas dan hasil minyak, sementara impor migas justru tercatat meningkat 0,38% (mtm) akibat bertambahnya impor minyak mentah. “BI memandang surplus neraca perdagangan Mei 2014 ini positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan triwulan II-2014. Bank Indonesia akan terus mencermati risiko global dan domestik yang dapat mempengaruhi prospek defisit transaksi berjalan dan ketahanan eksternal,” pungkasnya.











