Di sisi lain, jelasnya defisit neraca perdagangan migas berkurang seiring dengan penurunan impor migas yang cukup dalam. Defisit neraca perdagangan migas menurun dari 0,58 miliar dolar AS menjadi 0,46 miliar dolar AS. Impor migas turun 9,29% (mtm), bersumber dari menurunnya impor hasil minyak dan gas. Sementara itu, ekspor migas turun 5,20% (mtm), akibat menurunnya ekspor minyak mentah, hasil minyak, dan gas.
Secara keseluruhan triwulan III-2015, lanjutnya, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar 2,74 miliar dolar AS, lebih tinggi dari surplus pada triwulan sebelumnya sebesar 2,09 miliar dolar AS. Kenaikan ini didukung oleh membaiknya neraca perdagangan migas dan tetap surplusnya neraca perdagangan nonmigas, meskipun mengalami penurunan. “BI meyakini bahwa surplus neraca perdagangan pada bulan September 2015 maupun keseluruhan triwulan III-2015 akan semakin mendukung terjaganya keseimbangan eksternal Indonesia,” pungkasnya.














