Sepuluh pasar ekspor utama tersebut berkontribusi sebesar 68,7% terhadap total ekspor nonmigas. Nilai ekspor ke beberapa negara yang nilainya mengalami kenaikan signifikan adalah India dengan kenaikan mencapai USD 610,6juta, kemudian Singapura, AS, Myanmar, Filipina, Rusia, Turki, Thailand,Nigeria dan Selandia Baru yang mengalami kenaikan sebesar USD 64,4 juta sampai dengan USD 437,6juta.
Beberapa produk manufaktur memberikan kontribusi peningkatan ekspor yang signifikan, antara lain kapal laut meningkat USD 569,8 juta atau naik 246,8 % dari periode yang sama tahun sebelumnya;produk alas kaki ekspornya meningkat sebesar USD 227juta atau naik 10,9%; dan ekspor pakaian jadi naik sebesar USD 156,6 juta atau meningkat 6,8%.
Secara umum, penurunan nilai ekspor selama Januari-Juli 2013 dipicu oleh belum membaiknya harga beberapa komoditi ekspor nonmigas Indonesia di pasar internasional. Hal ini ditunjukkan oleh total volume ekspor nonmigas yang mengalami peningkatan sebesar 20,4%, meskipun nilainya turun 2,7 % selama periode tersebut. Beberapa produk yang mengalami fenomena serupa antara lain bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, karet dan barang dari karet, mesin-mesin/pesawat mekanik, serta berbagai produk kimia.














