Selanjutnya Wamendag menjelaskan bahwa impor bulan Juli 2013 mencapai USD 17,4 miliar atau naik 11,4% (MoM). Kenaikan impor tersebut terjadi akibat naiknya impor migas sebesar 17,2% (MoM) menjadi USD 4,1miliar,sementara impor nonmigas mengalami peningkatan sebesar 9,7% (MoM) menjadi USD 13,3 miliar. “Meningkatnya impor migas disebabkan oleh meningkatnya impor hasil minyak yang naik sebesar 24,8%,” imbuhnya.
Secara kumulatif, total impor selama Januari-Juli 2013 mencapai USD 111,8 miliar atau turun 0,9% (YoY),yang terdiri dari impor nonmigas sebesar USD 85,6 miliar (turun 3,4%YoY) dan impor migas USD 26,2 miliar (naik 8,5% YoY).
Kenaikan impor migas tersebut disebabkan oleh meningkatnya permintaan minyak mentah yang meningkat sebesar 30,7%. Selama Januari-Juli 2013, struktur impor masih didominasi oleh impor bahan baku/penolong yang mencapai 76,2% dan barang modal yang mencapai 16,9%. Impor barang konsumsi turun sebesar 2,1%(YoY) menjadi USD 7,8miliar. Impor bahan baku/penolong naik 3,9% menjadi USD 85,2miliar,sementara impor barang modal turun 17,5% menjadi USD 18,9 miliar,atau jauh lebih rendah dari impor tahun lalu yang naik sebesar 32,6 %.
Komoditas impor nonmigas yang mencapai nilai impor terbesar selama Januari-Juli 2013 secara berurutan adalah mesin-mesin mekanik dengan nilai sebesar USD 15,8 miliar;mesin listrik USD 11,3 miliar; besi dan baja USD 6,3 miliar; kendaraan dan bagiannya USD 4,9 miliar;plastik USD 4,6 miliar; bahan kimia organik USD 4,2 miliar;benda dari besi dan baja USD 2,96 miliar;gandum USD 2,1miliar;ampas/sisa industri makanan USD 1,8 miliar;serta kapasUSD 1,5miliar. Sepuluh komoditasimpor utama tersebut berkontribusi sebesar 64,9% dari total impor nonmigas.














