Dengan demikian, ekspor Indonesia selama Q1 2013 mencapai USD 45,4 miliar, turun 6,4% YoY.
“Permintaan global terhadap produk nonmigas Indonesia masih mengalami peningkatan, namun nilainya mengalami tekanan akibat melemahnya harga beberapa komoditas utama Indonesia di pasar dunia,” tambahnya.
Terutama, kata Bayu lagi, Volume ekspor nonmigas pada Q1 2013 masih mengalami peningkatan sebesar 16,1% sementara nilainya mengalami penurunan sebesar 3,3%.
Beberapa produk Indonesia yang mengalami fenomena serupa antara lain sawit, karet dan produknya, mesin, batu bara, produk kimia, dan kertas.
Muatan impor dalam produk ekspor Indonesia relatif rendah pada sektor primer dan makanan, namun demikian Indonesia masih memiliki koneksi yang baik terhadap rantai nilai tambah industri global seperti industri mesin, elektronik dan tekstil.
Negara tujuan ekspor nonmigas yang memiliki pencapaian nilai ekspor terbesar selama Q1 2013 secara berurutan adalah China dengan nilai sebesar USD 5,1 miliar, Jepang (USD 4,1 miliar), Amerika Serikat (USD 3,8 miliar), India (USD 3,2 miliar), Singapura (USD 3,0 miliar), Malaysia (USD 1,9 miliar), Korea Selatan (USD 1,6 miliar), Thailand (USD 1,4 miliar), Belanda (USD 1 miliar), serta Filipina (USD 1 miliar).













