JAKARTA-Kebijakan pemerintah melarang pejabat menerima parsel membuat pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menggeluti bisnis ini kena imbas dan banyak yang merugi.
Kondisi ini membangkitkan simpati para netizen dengan memberikan dukungan kepada UKM parcel di Indonesia, menjelang Idul Adha 1437 H dan Natal 2016 ini.
Dan dukungan netizen terus bergulir dan tidak terbendung.
Hingga Jumat sore (12 Agustus 2016), dukungan terus berdatangan sampai menjadi trending topic di Twitter dengan tagar #SaveUKMParcelIndonesia.
Netizen menolak kebijakan larangan parcel karena dianggap mematikan pedagang parcel, terutama pedagang kecil dan UKM.
Padahal, netizen mengganggap pemberian bingkisan atau parcel sudah menjadi tradisi dan tidak berniat buruk.
“ Parcel kan kebnyakan isinya makanan , kok dilarang sih? Iya klo isinya bo* gitu larang aja #SaveUKMParcelIndonesia” tulis akun @choliz093.
“Semoga UKM Parcel bisa terus menjalankan bisnisnya tanpa ada regulasi yang memberatkan #SaveUKMParcelIndonesia: tulis akun @Vicend22.
Sementara itu, pedagang parsel yang berjualan di Jalan Pegangsaan Timur, Cikini, Jakarta Pusat mengatakan terdapat penurunan omzet hingga 50 persen bila dibandingkan sebelum ada larangan dari pemerintah soal parsel.












