JAKARTA-Bank Indonesia (BI) menyampaikan perkembangan terkini dan kebijakan yang ditempuh bank sentral sebagai dampak penyebaran COVID-19.
Dari beberapa indikator makro ekonomi memperlihatkan trend yang membaik.
Gubernur BI Perry Warjiyo, pada Selasa (7/4) menyampaikan 3 hal terkait perkembangan terkini dan kebijakan BI, sebagai berikut :
1. Nilai tukar Rupiah bergerak stabil dan cenderung menguat
Nilai tukar rupiah pada hari ini (7/4) menguat sebesar 225 rupiah atau 1,56% (ptp) menjadi Rp16.125 per dolar AS dan bergerak stabil serta diperkirakan cenderung menguat hingga akhir tahun pada level Rp15.000 per dolar AS.
Penguatan nilai tukar Rupiah didukung oleh langkah-langkah stabilisasi nilai tukar, komitmen kebijakan yang erat serta komunikasi yang intensif antara pemerintah, BI, OJK dan LPS.
Selain itu, mekanisme pasar telah berjalan baik. Ke depan, Bank Indonesia akan terus berada di pasar dan melakukan langkah-langkah intervensi yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
2. Cadangan devisa Maret 2020 terjaga.
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2020 tercatat sebesar 121,0 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2020 sebesar 130,4 miliar dolar AS. Penurunan cadangan devisa pada Maret 2020 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah sekitar 2 miliar dolar AS dan keperluan stabilisasi nilai tukar Rupiah sekitar 7 miliar dolar AS di tengah kondisi “extraordinary” karena kepanikan di pasar keuangan global dipicu pandemi COVID-19 secara cepat dan meluas ke seluruh dunia.















