Sementara itu kinerja perbankan lainnya seperti NIM net interest margin) justru mencatat kenaikan dari 5,4% pada Maret menjadi 5,42% pada April.
Kenaikan NIM ini karena suku bunga simpanan khusunya untuk 1 bulan mencatat penurunan sekitar 9 bps dibandingkan penurunan di suku bunga kredit rata-rata sebesar 3 bps.
Penurunan pada NIM ini diikuti dengan penurunan pada BOPO dari 75,1% pada Maret menjadi 75,0% pada April.
Kinerja perbankan lainnya seperti ROA (return on assets) juga tercatat turun 3,02% pada Maret menjadi 2,95% pada April.
Penurunan ini karena kepemilikan bank di SBN turun sangat tajam dari Rp.315 triliun pada Maret menjadi Rp.298,27 triliun pada April atau turun Rp.17,6 triliun.
Walaupun di saat yang sama kepemilikan perbankan pada SBI tercatat ada kenaikan tipis Rp.2 triliun dari Rp.91,7 triliun pada Maret menjadi Rp.93,73 triliun pada April.
Sehingga secara neto kepemilikan aset dalam bentuk surat berharga bank dalam bentuk SBN dan SBI ada penurunan sebesar Rp.15 triliun.
Hingga April 2013, kinerja perbankan masih relatif solid, walaupun ada penurunan pada beberapa kinerja tetapi belum menjadi kekawatiran, bahkan NPL perbankan turun dari 1,97% pada Maret menjadi 1,96% pada April.














