JAKARTA–PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham sebanyak 402 ribu unit dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variabel atas kinerja di sepanjang 2023.
Berdasarkan keterbukaan informasi NISP yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (24/1), harga pelaksanaan buyback saham melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) harus lebih rendah atau sama dengan harga transaksi sebelumnya.
Sementara itu, pembelian di luar Bursa ditetapkan harga tertinggi senilai harga rata-rata harga penutupan dalam 90 hari terakhir.
Pada rencana ini, NISP akan menyiapkan dana sebesar Rp800 juta dan pelaksanaan buyback saham akan dilakukan paling lama 12 bulan sejak mendapatkan persetujuan melalui RUPS Tahunan yang akan digelar pada 18 Maret 2024.
“Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan transaksi buyback saham ini tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha NISP, mengingat perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melakukan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan,” demikian disampaikan manajemen NISP.
Per 30 September 2023, jumlah ekuitas NISP mencapai Rp35,98 triliun dan total aset mencapai Rp247 triliun.












