Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Imam Santoso mengatakan pada Bendung Karet Tirtonadi akan menggunakan teknologi gate panel yang pertama di Indonesia. Keunggulan teknologi tersebut diantaranya waktu pengoperasian singkat, mampu melindungi air blader dari material sungai, tahan terhadap perubahan suhu ekstrim dan vandalisme.
“Jika gate panel ini berhasil di Bendung Karet Tirtonadi, maka akan diterapkan juga di bendung-bendung lain di Indonesia. Terutama yang aliran sungainya dipenuhi batu. Ini untuk proteksi bendungnya. Batu-batu di sungai wilayah Indonesia Timur kan bisa merusak bendung. Adanya gate panel plat baja diharapkan bisa meminimalisir kerusakan,” kata Dirjen SDA Imam Santoso beberapa waktu lalu.
Progres pekerjaan di Kali Pepe Hulu hingga awal Juni telah mencapai 82,83% atau lebih cepat dari rencana sebesar 79,83%. Konstruksi dilakukan oleh PT. Basuki Rahmanta Putra dengan nilai kontrak Rp 121,45 miliar dengan kontrak tahun jamak 2016-2018.
Untuk pekerjaan Kali Pepe Hilir diantaranya berupa pekerjaan tebing beton sepanjang 10.115 metermulai dari Pintu Air Demangan hingga Jalan Merak VI, perbaikan pagar dan pengerukan badan sungai.
Progres pekerjaan telah mencapai 92,55% atau lebih cepat dari rencana 87,56%. Kontraktor pelaksana adalah PT. Adhi Karya – PT. Minarta (Kerjasama Operasi) dengan nilai kontrak sebesar Rp 173,04 miliar dengan kontak tahun jamak 2016-2018.













