JAKARTA-Komitmen PT Jasa Marga Tbk untuk menyalurkan karyawan petugas jalan tol yang terkena PHK akibat penerapan e-Toll mendapat sorotan DPR. Padahal BUMN jalan tol itu pernah diminta tidak melulu mengandalkan kecanggihan teknologi. “Pemakaian teknologi itu kan sebatas alternatif membantu proses percepatan administrasi saja,” kata anggota Komisi V DPR Novita Wijayanti kepada wartawan Sabtu dalam Press Gathering di Hotel Aston, Purwakarta, (4/11/2017).
Lebih jauh kata Mantan Anggota DPRD menagih kesepakatan Jasa Marga untuk menyalurkan kerja bagi karyawan petugas tiket jalan tol, yang terkena pengurangan seiring diterapkannya elektronik money atau e-money. “Janji pengelola jalan tol, Jasa Marga, tetap kami tagih untuk direalisasikan dengan menyalurkan kerja para karyawan petugas tiket jalan tol,” tambahnya.
Bagi fraksinya, ia menjelaskan, Gerindra sejak awal menolak diberlakukannya e-toll apalagi e-money lantaran pertimbangan lebih banyak mudharat nilai kemanfaatannya. Mulai tersisihkannya manusia sebagai sumber daya kehidupan keluarga hingga keuntungan komersialisasi hanya dinikmati segelintir pengusaha. “Memang teknologi inikan memiliki dampak seperti dua sisi mata uang berbeda,” ujarnya lagi.















