JAKARTA,BERITAMONETER.COM – Anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini, mengkritik terhadap arah pembangunan pariwisata dan agribisnis di Indonesia yang dianggap mengabaikan keragaman hayati dan keadilan sosial.
“Pariwisata kita akhir-akhir ini wajahnya menjadi homogen, semua berlomba dengan restoran dan hotel bintang 5 di kawasan wisata. Tapi budaya dan biodiversity kita lupa untuk dijadikan momentum penguatan.” tegas Novita Hardinidalam keterangan resminya, Kamis (30/10/2025).
Lebih lanjut, legislator perempuan satu-satunya dari Dapil VII Jawa Timur itu mengatakan bahwa dalam setiap praktik pembangunan kita harus adil, kita tidak bisa melakukan pembabatan dan alih fungsi hutan yang jelas-jelas menjadi habitat hewan dengan dalih perkebunan, tambang atau alasan apapun.
Ia mencontohkan dengan beberapa kasus misalnya, di Sumatra pembukaan hutan gambut untuk perkebunan kelapa sawit dan bubur kertas telah menyebabkan hilangnya habitat kritis bagi spesies yang sangat terancam punah, seperti gajah, harimau, dan orangutan sumatra, Kalimantan perluasan perkebunan kelapa sawit menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup orangutan kalimantan, yang populasinya terus menurun karena hilangnya habitat hingga kasus terbaru adanya ribuan hektare hutan di bengkulu yang adalah ‘Rumah’ Gajah di Bengkulu hilang akibat dijadikan lahan sawit.













