“Sekolah bukan arena tawar-menawar kekuasaan antara guru dan wali murid. Sekolah adalah institusi negara yang memberikan layanan penting bagi masa depan anak-anak kita,” tambahnya.
Sebagai Bunda Guru, Novita Hardinimenyampaikan dukungan moril penuh kepada guru korban dan seluruh tenaga pendidik di Trenggalek.
Ia juga akan memperjuangkan di tingkat nasional agar perlindungan hukum bagi guru diperkuat, dan mekanisme pengaduan kekerasan di sekolah dibuat lebih mudah diakses.
“Saya berdiri bersama guru-guru Trenggalek. Ini bukan hanya soal satu orang pukulan. Ini soal generasi yang haknya merasakan pendidikan layak. Jika kita biarkan, maka kekerasan kecil hari ini bisa membesar menjadi budaya ketidakadilan besar esok hari,” ujar Novita Hardini
Sebelumnya, guru seni budaya dari SMPN 1 Trenggalek, Eko Prayitno, melakukan penyitaan ponsel salah satu siswi sesuai aturan sekolah.
Namun langkah itu memicu aksi kekerasan seorang keluarga siswi tersebut dengan melakukan pemukulan serta ancaman.













