Legislator perempuan satu-satunya dari Dapil 7 Jawa Timur itu menegaskan bahwa peran barunya sebagai Bunda Guru sepenuhnya sejalan dengan perjuangannya selama ini.
“Ini bukan tugas baru, tapi kesinambungan. Tidak mungkin ekonomi kreatif, UMKM, industri, dan pariwisata berjalan kuat jika fondasi pendidikannya tidak kokoh. Pendidikan adalah hulu dari semua ekosistem pembangunan,” tegasnya.
Ia pun berkomitmen membawa aspirasi para guru hingga tingkat kebijakan nasional.
“Ada banyak aspirasi penting yang dititipkan. Saya pastikan mereka tidak jalan sendirian.” tambahnya.
Novita Hardini juga tak lupa menyampaikan selamat kepada pengurus baru PGRI Kabupaten Trenggalek dan mengajak seluruh insan pendidikan untuk memperkuat kolaborasi.
“Mari bersama pemerintah daerah membangun pendidikan Trenggalek yang lebih maju, berdaya saing, dan berpihak pada masa depan anak bangsa,” ucap politisi muda PDI Perjuangan itu.
Dalam amanah barunya, Novita Hardini akan bertugas sebagai jembatan strategis antara PGRI, pemerintah daerah, dan masyarakat, sekaligus memberikan masukan kebijakan dan dukungan advokasi untuk penguatan kualitas pendidikan di Kabupaten Trenggalek.
Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Timur, Dr. Djoko Waluyo, menegaskan bahwa PGRI tidak salah memilih.














