Pada kesempatan itu, Sekretaris Umum APMAKI, Ardy Susanto mengungkapkan bahwa industri-industri dalam negeri sudah mampu melakukan produksi alat masak dan makan serta wadah makan untuk program MBG.
Dia juga memastikan, alat masak hingga wadah makan atau food tray dari industri dalam negeri sudah berstandar SNI.
“Kami, anggota APMAKI sudah mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan standart SNI, juga bersertifikat halal, dalam proses produksinya tidak menggunakan pelumas hewani. Itu adalah komitmen yang dapat kita pegang,” tandas Ardy.
Ardy juga mengatakan Industri dalam negeri mampu memproduksi sekitar 82,9 juta pcs alat masak dan makan dalam waktu satu tahun untuk mendukung program MBG.
Menurut Ardy, produk lokal lebih tebal dan lebih kuat, karena memakai bahan dengan ketebalan dari 0,4-0,5 mm dengan berat antara 570 gram-680 gram.
“Sedangkan barang food tray impor memakai ketebalan bahan 0,3-0,38 mm dengan berat antara 420 gram-470 gram,” tutur dia.
Selain itu, kata Ardy, ketersediaan spare part lebih terjamin ketika menggunakan food tray lokal.
Apabila, kata dia, jika ingin membeli badan atau tutup tray saja bisa tersedia.
Sementara kata dia, kalau produk import harus membeli lagi satu set dan tidak tersedia untuk spare part.














