Dan percayalah, tidak akan ada satu kekutan Partai Politik atau ORMASpun yang bisa dengan cerdas dan berani menghadapinya kecuali Nahdlatul Ulama.
NU didirikan oleh ulama-ulama besar dan mashur di Nusantara, yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual ilmu keagamaan yang tinggi, melainkan juga kemampuan berpolitik yang sangat dahsyat. KH. Hasyim Al-Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah merupakan dua ulama besar pendiri NU yang sangat cerdas dan visioner.
Beliau berdua terbukti dapat memprediksi dan mengantisipasi kejadian-kejadian kehidupan keberagamaan dan kebangsaan di masa depan. Itulah mengapa beliau berdua menjadi tokoh-tokoh pendiri NU yang legendaris dan sangat memukau hingga di puluhan tahun setelah wafatnya.
KH. Hasyim al-Asy’ari dikenal sebagai ahli Ilmu Hadits dan banyak menyuplai ajaran-ajaran keislaman yang sangat moderat, sedangkan KH. Wahab Hasbullah selain keluasannya dalam Ilmu Agama beliau juga dikenal sebagai pemikir politik yang ulung. Kita bisa sedikit melihat dan merasakan kedahsyatan pemikiran politisnya dengan mendengar dan meresapi syair lagu YA LAL WATHAN yang kemudian digubah oleh KH. Makmun Zubair dan dijadikan lagu mars NU yang akhir-akhir ini sering kita dengarkan dimana-mana, di berbagai pertemuan-pertemuan besar NU.














