JAKARTA-Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM PBNU) Rumadi Ahmad meminta masyarakat mewaspadai skenario adu domba antara umat Islam dan non-Islam, bahkan antar sesama umat Islam yang mempunyai halauan yang berbeda. Mereka akan menunggangi organisasi-organisasi keagamaan, untuk memuluskan agenda adu dombanya. “Skenario adu domba itu sudah mulai terasa. Bukan soal Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dan Pilkada DKI, tapi ini soal keutuhan bangsa,” ujar Rumadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (13/10).
Sebenarnya ujar Rumadi, tidak terlalu sulit mengenali kelompok pengadu domba ini. Mereka bukan saja benci pada Ahok, tapi juga benci tatanan Negara ini, benci pada Pancasila, benci pada NKRI dan seterusnya yang dianggap sebagai sistem Negara thagut. “Anasir-anasir kelompok radikal akan berkumpul dengan memanfaatkan persoalan Ahok menjadi pintu masuknya. Namun, yang dituju bukan soal Ahok, tapi lebih besar dari itu,” urainya.
Dia menilai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta telah berkembang ke arah yang cukup mengkhawatirkan. Bukan saja soal Cagub petahana, Ahok yang pernyataannya di Kepulauan Seribu yang memicu kontroversi, tapi juga respon sebagian kelompok yang sengaja memanfaatkan isu ini untuk tujuan-tujuan lain di luar Pilkada DKI.













