YOGYAKARTA-Potensi konsumsi e-commerce Indonesia pada 2015 diperkirakan mencapai Rp 106 triliun. Namun sampai saat ini, potensi tersebut masih belum dikelola dengan maksimal untuk pengembangan UKM lokal, sehingga masih dikuasai oleh pemain e-commerce asing. Padahal UKM Indonesia adalah kontributor 55,6% perekonomian Indonesia.
Untuk itu, Nurbaya Initiative akan merekrut netizen lokal yang akan dijadikan calon pengusaha online muda sebagai Nurbaya Fasilitator untuk mengoperasikan dan mengembangkan bisnis online UKM. “Untuk jangka pendek, Nurbaya Initiative mentargetkan 11.000 UKM online yang akan disandingkan dengan 1.100 Nurbaya Fasilitator dari setiap daerah asal UKM,” ujar CEO SITTI.co.id dan co-founder Nurbaya Initiative, Andy Sjarif dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/6).
Untuk memperkenalkan bisnis online ini, Nurbaya Initiative mengadakan roadshow sarasehan UKM Indonesia, dengan tema peningkatan kinerja UKM melalui tehnologi internet dan peningkatan modal kerja. Acara yang dilakukan di Jogja Paradise ini dihadiri oleh lebih dari 130 UKM dan 30 calon pengusaha online muda Jogjakarta.
Menurut Andy Sjarif , potensi pengembangan UKM melalui tehnologi internet yang selama ini belum tersentuh oleh pelaku usaha sejenis. “Jogjakarta sebagai kota yang selama ini dikenal sebagai kota kreatif dan kota seni, jika produk UKM-nya bisa dikenal dunia melalui tehnologi digital merupakan sesuatu yang sangat diimpikan,” jelasnya.












