

Lebih jauh Liya-sapaan akrabnya mendorong agar DNIKS segera membuat MoU dengan PT Indofood untuk merealisasikan berbagai pelatihan-pelatihan UMKM dan ekonomi kreatif agar meningkatkan pendapatan keluarga usaha mikro.
“Pelatihan-pelatihan itu merupakan salah satu pemberdayaan masyarakat, agar para usaha memili pengetahuan yang luas dan peningkatan skill,” paparnya.
Dikatakan Liya, PPEKRAF tentu siap dan akan aktif bersama DNIKS untuk menggandeng perusahaan-perusahaan yang terlibat peningkatan skill dan keahlian untuk UMKM.
“Produk-produk ekonomi kreatif memerlukan pengembangan dan jaringan pasar yang luas,” imbuhnya.
Ditempat yang sama, Ketua Umum DNIKS A Effendy Choirie mengajak semua lembaga kesejahteraan sosial untuk bersatu padu membantu dan menyukseskan program kesejahteraan sosial. “Presiden Prabowo serius dalam meningkatkan pendapatan kesejahteraan masyarakat serta pemberantasan kemiskinan,” jelasnya.
Gus Choi-sapaan akrabnya mendorong agar DNIKS bisa berkolaborasi terkait dana CSR untuk program kesejahteran sosial tersebut. “Kita mengajak berbagai perusahaan bekerja sama memaksimalkan CSR nya melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat,” terangnya.
Ketua Badan Pengarah Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) Fransiscus Welirang mengungkapkan bahwa penyaluran dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan belum tepat sasaran, sehingga belum memiliki dampak signifikan pada kesejahteraan sosial masyarakat.















