Almanda menambahkan, ada empat strategi manajemen DGIK guna mendorong kinerja Perseroan di tahun 2025.
Pertama, sumber daya manusia, yaitu pengembangan jumlah dan kapasitas serta peningkatan kualitas SDM Perseroan.
Kedua, tata kelola. Penerapan tata kelola pada proses bisnis yang sesuai regulasi berlalku.
Ketiga, digitalisasi. Perseroan memanfaatkan dan mengaplikasikan digitalisasi guna menciptakan proses kerja yang lebih efektif dan efisien.
Keempat, operation excellent, yaitu memastikan seluruh proses berjalan secara efektif dan eifisien.














