JAKARTA, BERITAMONETER.COM – PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$28,81 juta (US$0,0029 6per saham) pada 2025, melesat 179% jika dibandingkan US$9,69 juta (US$0,0010 per saham) pada tahun 2024.
Lonjakan laba PTRO, menurut laporan keuangan Desember 2025 yang diumumkan, Jumat (06/3/2026), ditunjang oleh pendapatan bersih yang tumbuh 28,32% jadi US$886,45 juta pada 2025, dari US$690,81 juta pada 2024.
Sebesar US$389,25 juta pendapatan PTRO tahun 2025 berasal dari penambangan atau sekitar 43,91% dari total pendapatan Perseroan. Adapun divisi konstruksi dan rekayasa menyumbang pendapatan sebesar US$379,74 juta atau sekitar 42,83%, dan sisanya sebesar US$114,94 juta, masing-masing dari EPCI-Minyak Bumi dan Gas Lepas Pantai, jasa dan perdagangan batubara.
Seiring pendapatan, beban usaha langsung PTRO juga meningkat 28,92%, jadi US$774,23 juta pada 2025, dari US$600,52 juta tahun 2024. Namun, laba kotor PTRO tumbuh 24,29 % menjadi US$112,22 juta pada 2025, dari US$90,28 juta.
Pada saat yang sama, beban operasi Perseroan yang meliputi beban umum dan administrasi, beban bunga dan keuangan, serta beban pajak turun 11,49%, dari US$82,42 juta pada 2024 menjadi US$72,94 juta pada tahun 2025. Perseroan berhasil mencatat keuntungan selisih kurs sebesar US$34,54 juta pada tahun 2025, melonjak 808% dari hanya US$3,8 juta pada tahun 2024.













