Namun demikian, sebelum menyambutnya sebagai “jalan keluar” bagi kemandirian fisikal daerah, penting untuk bertanya secara jujur perihal: apakah kondisi fiskal dan ekonomi NTT benar-benar siap bermain di level pasar modal?
Obligasi Daerah
Jawaban atas pertanyaan di atas perlu bertolak dari kondisi riil di lapangan. Secara umum, sebagian besar APBD kabupaten/kota di Provinsi NTT masih sangat bergantung pada dana transfer pusat.
Data Kementerian Keuangan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di banyak daerah NTT masih di bawah 20 persen dari total pendapatan. Artinya, kemandirian fiskal kita memang masih terbatas.
Di tengah masalah tersebut, inisiatif menerbitkan obligasi menjadi salah satu instrumen yang membantu daerah untuk mandiri tanpa bergantung penuh pada kekuatan pusat.
Secara sederhana, obligasi daerah adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah daerah untuk membiayai proyek tertentu, lalu dibeli investor dengan imbal hasil (bunga) tertentu.
Konsep ini mirip “municipal bonds” di Amerika Serikat yang digunakan membangun jalan tol, rumah sakit, atau sekolah. Dalam teori “municipal bond finance”, ada prinsip kunci, yakni bahwa proyek yang dibiayai harus punya arus kas jelas (revenue generating project).














