JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mengungkapkan sedang mendalami opsi penggunaan obligasi korporasi sebagai salah satu instrumen moneter baru guna menjaga stabilitas perekonomian Indonesia.
“Sebetulnya dalam jangka panjang arah kebijakan BI adalah mengurangi instrumen moneter dan mengganti dengan instrumen lain yang berkualitas tinggi, selama ini kan masih terbatas pada Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Negara (SBN),” kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI, Hendar di Jakarta, Kamis.
Sebagai salah satu opsi, kata Hendar, saat ini BI tengah melakukan penelusuran terkait kemampuan obligasi korporasi untuk dijadikan instrumen baru tersebut.
“Kalau dari ketentuan sebetulnya tidak ada halangan, tapi yang perlu diperhatikan adalah prinsip kehati-hatian sehingga tidak malah menimbulkan dampak yang buruk terhadap perekonomian,” tambahnya.
Namun Hendar mengatakan standar obligasi tersebut harus tinggi misalnya memiliki peringkat triple A dari lembaga pemeringkat lokal, serta memiliki kinerja yang baik.
“Belum tahu kapan rencana tersebut bisa terealisasi, masih harus diriset minat terhadap produk tersebut, dan yang pasti kita juga tidak mau pegang aset yang sulit untuk dicairkan dengan cepat nantinya,” ujarnya.













