Sebelumnya, Woori Bank Korea (WBK) mengumumkan perihal insiden keuangan yang terjadi di anak perusahaannya di Indonesia, Bank Woori Saudara, melalui website resmi pada awal Juni ini. Corporate Secretary Bank Woori Saudara Wuryanto Suyud dalam siaran persnya menyampaikan bahwa insiden keuangan tersebut berada dalam proses pemeriksaan internal.
Publikasi insiden keuangan oleh WBK melalui website resmi, ujar Wuryanto, dilakukan sebagai bentuk pengungkapan dan transparansi publik atas kejadian tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Perlu kami garis bawahi bahwa angka yang dipublikasikan oleh WBK sebesar 78,5 juta dolar AS merupakan nilai dari total exposure, atau merupakan angka keseluruhan dari transaksi antara Bank Woori Saudara dengan nasabah yang bersangkutan terkait dengan masalah ini dan bukan nilai kerugian yang pasti,” kata Wuryanto.
Ia menambahkan bahwa nilai pasti dari jumlah kerugian masih dalam proses penelaahan dan belum dapat dipastikan hingga seluruh proses investigasi internal diselesaikan.
“Saat ini Bank Woori Saudara tengah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terkait insiden tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar dia.
Menurutnya, WBK selaku perusahaan induk juga memberikan dukungan dan bantuan penuh kepada Bank Woori Saudara dalam menghadapi permasalahan ini.















