Mirza mengatakan bahwa pertumbuhan positif turut dialami oleh piutang pembiayaan syariah yang meningkat dari Rp25,46 triliun pada Januari 2024 menjadi Rp27,98 triliun pada Januari 2025.
Pinjaman yang disalurkan pegadaian syariah per Januari 2025 juga naik menjadi Rp16,22 triliun dari Rp13,72 triliun pada tahun sebelumnya.
Sedangkan penyaluran pinjaman peer-to-peer (p2p) lending syariah mengalami pertumbuhan negatif dari Rp1,58 triliun per Januari 2024 menjadi Rp1,12 triliun pada Januari 2025.
Mirza menuturkan bahwa pertumbuhan negatif juga terjadi pada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang menurun dari level 215,65 dengan kapitalisasi pasar (market cap) senilai Rp6.825,31 triliun pada Desember 2024 ke level 196,80 dengan market cap Rp6.267,99 triliun per Februari 2025.
“Pada industri keuangan syariah, Indeks Saham Syariah melemah 8,74 persen ytd (year-to-date/dalam tahun kalender),” ujarnya.















