BOGOR-Pertumbuhan perbankan syariah dalam tiga tahun belakangan mulai mengendur padahal sebelumnya sempat moncer rata-rata di angka 10 persen. Penurunan ini disebabkan belum selarasnya visi dan kurangnya koordinasi antara pemerintah dengan otoritas dalam perbankan syariah. Untuk itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap mendongkrak kinerja perbankan syariah agar menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Idealnya perbankan syariah jangan hanya mengekor pada pertumbuhan perekonomian. Tetapi, harus menjadi motor penggerak ekonomi. Dalam Roadmap perbankan syariah Indonesia 2015-2019, kita ingin menggenjot market share perbankan syariah menjadi 10-15 persen,” ujar Direktur Perbankan Syariah OJK, Dhani Gunawan Idhat di Bogor, Sabtu (21/11).
Menurutnya, pangsa pasar perbankan syariah sejak 2008 masih di bawah angka 5 persen. Angka ini tertinggal jauh disbanding dengan di beberapa negara muslim lain seperti Malaysia dan Uni Emirat Arab. Pertumbuhan perbankan syariah kedua nenagara ini sudah diatas dua digit.
Di Malaysia misalnya, pangsa pasarnya mencapai 24 persen. Bahkan di negeri ringgit ini, sudah memiliki 45 produk perbankan syariahnya. Varian produk perbankan syariah di Malaysia ini kalah jauh dibanding dengan Indonesia yang hanya memiliki 17 produk perbankan syariah.














