JAKARTA-Tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih sangat kecil. Kondisi ini disebabkan oleh rendahnya tingkat pemahaman masyarakat tentang pentingnya merencanakan keuangan dan berasuransi.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2013, hanya 18 persen dari populasi penduduk yang memiliki pemahaman yang cukup tentang asuransi.
“Dan hanya 11,8 persen yang memiliki asuransi,” ujar Anggota Dewan Komisioner OJK Kusumaningtuti S. Soetiono pada peluncuran The New Financial Calculator dari Commonwealth Life di Jakarta, Kamis (26/11).
Sebagai respon dari temuan ini, OJK berinisiatif meluncurkan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) di Januari 2014.
Dalam strategi ini, OJK mengajak semua pihak, termasuk penyedia layanan dan jasa keuangan untuk turut terlibat dalam meningkatkan kesadaran publik dan berpartisipasi untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
“Kami percaya bahwa kita dapat memperbaiki angka dan tingkat penetrasi layanan keuangan dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya bagi mereka untuk melakukan perencanaan keuangan agar dapat mewujudkan target atau tujuan finansialnya,” tambahnya.
Dia mengapresiasi aplikasi selular kalkulator finansial dari Commonwealth Life ini.















