JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku, saat ini tingkat inklusi keuangan nasional sudah mencapai 76,2 persen atau berada di atas target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo sebesar 75 persen per akhir 2019.
Klaim tersebut disampaikan Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi Perlindungan Konsumen OJK, Tirta Segara saat pelaksanaan Pembukaan Bulan Inklusi Keuangan 2020 bertema “Satukan Aksi Keuangan Inklusif untuk Indonesia Maju (Aksesku)” yang dilakukan secara virtual di Jakarta, Senin (5/10).
Namun, jelas Tirta, sejauh inklusi keuangan belum merata, karena akses keuangan di wilayah perkotaan mencapai 83,6 persen, sedangkan di perdesaan hanya sebesar 68,5 persen. Sebagaimana diketahui, Perpres No. 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) menargetkan tingkat inklusi keuangan sebesar 75 persen hingga akhir 2019.
“Sebagaimana arahan Bapak Presiden pada Rapat Terbatas SNKI pada Januari 2020 lalu juga telah menetapkan pencapaian target 90 persen inklusi keuangan di 2024,” ujar Tirta.
Lebih lanjut Tirta mengatakan, untuk mendukung pencapaian arahan Presiden dan implementasi Keppres No. 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung, maka pada hari ini OJK bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama akan meluncurkan program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar).














