Di sisi lain, likuiditas industri perbankan pada Mei 2025 tetap memadai, dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing 110,33% (April 2025: 111,32%) dan 24,98% (April 2025: 25,23%), masih di atas threshold masing-masing 50% dan 10%. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 192,41%.
Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,29% (April 2025: 2,24%) dan NPL net 0,85% (April 2025: 0,83%). Loan at Risk (LaR) juga relatif stabil, tercatat 9,93% (April 2025: 9,92%). Rasio LaR tercatat stabil sepertidi level sebelum pandemi.
Ketahanan perbankan juga tetap kuat tercermin dari permodalan (CAR) yang berada di level tinggi sebesar 25,51% (April 2025: 25,41%), menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat di tengah kondisi ketidakpastian global.
Untuk porsi kredit Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan tercatat sebesar 0,27% dari total kredit perbankan, namun terus mencatatkan pertumbuhan yang tinggi secara tahunan.
Per Mei 2025, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK, tumbuh 25,41% yoy (April 2025: 26,59% yoy) menjadi Rp21,89 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 24,79 juta (April 2025: 24,36 juta).














