Wimboh menyatakan, stabilitas sistem keuangan di 2021 yang bisa terjaga dengan baik tercermin dari kinerja pasar modal telah pulih kembali seperti pada level pra-pandemi.
“Per 26 Januari 2022, IHSG telah mencapai 6.600 atau meningkat 0,29 persen (year-to-date),” kata Wimboh.
Dia mengatakan, pada akhir 2021, performa bursa saham Indonesia telah mendapatkan apresiasi dari seluruh pemangku kepentingan, karena pencapaian IHSG merupakan peringkat ke-3 terbaik di kawasan Asia.
“Sedangkan, nilai kapitalisasi pasar di akhir 2021 yang mencapai Rp8.252 triliun merupakan yang terbaik kedua di lingkup Asean, setelah bursa saham Thailand. Investor di pasar modal juga melonjak cukup signifikan menjadi 7,5 juta di akhir 2021 atau naik 93 persen dari tahun 2020, lebih dari 80 persen adalah investor milenial,” tutur Wimboh.
Wimboh menambahkan, penghimpunan dana di pasar modal per akhir 2021 mencapai Rp363,3 triliun atau mengalami kenaikan dibanding capaian di 2020.
“Pertumbuhan penghimpunan dana di bursa saham domestik ini menjadi yang terbaik di kawasan Asia Pasifik. Rata-rata pertumbuhan penghimpunan dana di kawasan tersebut hanya 171 persen,” ucapnya.
Kinerja positif sektor jasa keuangan di sepanjang 2021 juga terlihat dari kinerja industri perbankan, yakni penyaluran kredit bertumbuh 5,24 persen (year-on-year), setelah di 2020 mengalami kontraksi sebesar 2,41 persen (y-o-y).












