JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK)mencatat, nilai penyaluran pinjaman industri pergadaian per April 2025 meningkat 34,04 persen year on year (yoy) menjadi Rp100,25 triliun.
“Proporsi penyaluran pinjaman terbesar adalah PT Pegadaian yang mencapai 96,49 persen dari total penyaluran pinjaman industri pergadaian,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusmandalam jawaban tertulis di Jakarta, Rabu.
OJK juga mencatat jumlah pergadaian swasta yang telah mencapai 196 perusahaan per April 2025.
Menurut Agusman, hal ini menunjukkan adanya pertumbuhan di sektor pergadaian serta persaingan yang sehat antara PT Pegadaian dan pergadaian swasta sesuai dengan masing-masing segmen pasar yang dituju.
Agusman mengatakan, saat ini OJK juga telah menerima sejumlah permohonan izin usaha pergadaian.
Dengan adanya amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UUP2SK) terkait kewajiban memperoleh izin usaha sebagai penyelenggara usaha jasa pembiayaan dari OJK, diperkirakan jumlah permohonan izin usaha pergadaian masih akan terus meningkat.
Terkait dengan perkembangan roadmap, Agusman mengatakan bahwa penyusunan Roadmap Pergadaian saat ini masih dalam proses, dengan melibatkan diskusi bersama berbagai stakeholders terkait, termasuk asosiasi industri dan kalangan akademisi, guna memastikan arah kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.














