JAKARTA-Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (RDKB-OJK) menunjukkan adanya potensi perbaikan ekonomi yang terdorong oleh pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dan optimalisasi pemanfaatan stimulus percepatan pemulihan ekonomi.
Menurut Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK, Anto Prabowo, OJK mencermati indikator perbaikan data perekonomian global dan domestik dalam menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi yang didukung oleh pelaksanaan vaksinasi sebagai game changer dan stimulus yang dikeluarkan OJK, pemerintah dan Bank Indonesia (BI).
Anto mengatakan, OJK memandang bahwa perekonomian global dan domestik mulai menunjukkan perbaikan dengan berbagai indikator, seperti aktivitas industri manufaktur, perekonomian rumah tangga dan penjualan ritel yang semakin ekspansif.
Selain itu, data neraca perdagangan Maret juga tercatat surplus USD1,56 miliar yang melanjutkan kinerja positif selama sepuluh bulan terakhir.
Sementara itu, laju impor bertumbuh 25,7 persen (month-to-month), seiring dengan kenaikan aktivitas industri manufaktur.
Ada pula stimulus Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM), Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), serta Loan to Value (LTV) untuk kendaraan bermotor dan properti yang dikeluarkan pemerintah, OJK dan BI yang telah berhasil mendongkrak laju penjualan mobil pada Maret menjadi 84,9 ribu unit atau bertumbuh 73 persen (m-t-m).













