Secara sektoral, kredit sektor pengolahan dan sektor perdagangan meningkat signifikan masing-masing sebesar Rp22,02 triliun dan Rp16,40 triliun (m-t-m).
Dana pihak ketiga (DPK) perbankan bertumbuh 2,38 persen (m-t-m) atau sebesar 9,49 persen (y-o-y).
Hingga akhir Maret 2021, industri perasuransian mampu menghimpun premi sebesar Rp25,4 triliun (Asuransi Jiwa sebesar Rp16,3 triliun; Asuransi Umum dan Reasuransi sebesar Rp9,1 triliun).
Fintech P2P Lending pada akhir Maret 2021 mencatatkan outstanding pembiayaan sebesar Rp19,04 triliun atau bertumbuh 28,7 persen (y-o-y). Piutang perusahaan pembiayaan pada Maret 2021 masih terkontraksi 19,6 persen (y-o-y).
Hingga 27 April 2021, jumlah penawaran umum yang dilakukan emiten di pasar modal mencapai 45 penawaran, dengan total nilai penghimpunan dana mencapai Rp47,07 triliun.
Dari jumlah penawaran umum tersebut, 12 di antaranya dilakukan oleh emiten baru.
Pada pipeline saat ini terdapat 74 emiten yang akan melakukan penawaran umum dengan total indikasi penawaran sebesar Rp63,82 triliun.
Sementara itu, hingga akhir Maret 2021 profil risiko lembaga jasa keuangan masih relatif terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (NPL gross sebesar 3,17 persen dan NPL net sebesar 1,02 persen.













