Dengan strategi yang lebih terarah serta pengelolaan risiko yang prudent, Dian mengatakan bahwa perbankan Indonesia optimis dapat menjaga pertumbuhan yang tetap stabil di tengah dinamika kondisi perekonomian global dan domestik, sekaligus memperkuat posisi sebagai pilar utama sektor perekonomian nasional.
“Kita jangan lupa bahwa Indonesia itu masih bank-driven ekonomi. Jadi memang kecepatan atau tingginya pertumbuhan ekonomi kita juga akan sedikit banyak dipengaruhi oleh kinerja perbankan, sehingga kita memang harus betul-betul menjaga persepsi positif, menjaga kinerja perbankan kita itu dengan baik,” kata Dian pula.
OJK, kata Dian, akan terus memantau kondisi industri perbankan nasional serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kinerja perbankan yang selama ini sudah sangat baik agar terus bertahan menjadi lebih baik lagi.
Dian mengatakan, kondisi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta harga saham perbankan tidak terlepas dari adanya aksi jual investor asing sesuai dengan risk appetite investor asing yang dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun internal.
Faktor tersebut antara lain divergensi pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat serta ketidakpastian pasar keuangan global yang masih terus berlanjut.














