Skema BUM-desa Center yang difaslitasi oleh OJK tersebut telah dikembangkan dengan fokus pada penguatan 3 (tiga) pilar utama yaitu:
1. Pilar kelembagaan dan bisnis, BUMDes yang telah memiliki legalitas badan hukum didorong mendirikan unit usaha berbasis potensi desa melalui fasilitasi business matching agar mampu menjadi penggerak ekonomi desa.
2. Pilar akses keuangan, optimalisasi aktivitas ekonomi masyarakat desa melalui ketersediaan akses keuangan di BUMDes.
3. Pilar digitalisasi, selain berperan sebagai off-taker terhadap hasil produksi masyarakat desa, BUMDes juga memfasilitasi masyarakat desa untuk mengakses pasar melalui platform market place yang dikembangkan melalui ekosistem BUMDes yaitu BUM-desa Online.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut juga berlangsung aktivitas bazar produk UMKM masyarakat desa dan UMKM binaan BWM Imam Syuhodo yang bertempat di halaman Balai Desa Wonorejo.
Kegiatan bazar tersebut merupakan langkah awal bagi pelaku UMKM desa dalam mengenalkan produknya baik kepada pengurus BUM-desa Center maupun masyarakat luas.
“Kedepannya ketika BUM-desa Center telah beroperasi secara optimal maka diharapkan mampu menyerap produk UMKM masyarakat desa untuk dipasarkan kembali untuk memenuhi kebutuhan yang lebih besar dengan skala usaha yang lebih luas baik lokal, nasional maupun luar negeri melalui jaringan BUM-desa Center di seluruh Indonesia dengan bantuan BUM-desa Online,” pungkasnya.















