Sebagai perbandingan, rata-rata suku bunga dana di Malaysia, Singapura dan Thailand berada pada kisaran 2%-4% dengan suku bunga kredit pada kisaran 3%-7% Sementara itu, suku bunga kredit perbankan Indonesia posisi Juli berada pada kisaran 11,25%-13.30% untuk korporasi dan 16%-23% untuk kredit mikro
Selain dampak dari besaran BI Rate yang mencapai 7,5% hampir setahun terakhir ini, persaingan suku bunga tidak terlepas dari peran pemilik dana besar yang jumlahnya kurang dari 1% (nominal >Rp5 M) namun menguasai hampir 45% dari sumber dana perbankan.
Pemilik dana besar ini cenderung memberikan ‘tekanan’ pada perbankan untuk memberikan imbal hasil tinggi melalui besaran suku bunga yang diterimanya. Kalau tidak, dana-dana akan mudah berpindah. Hal yang mengkhawatirkan adalah tingkat suku bunga yang diberikan pada pemilik dana besar (deposan inti) bank-bank hingga posisi Agustus 2014 telah berada diatas 11% di hampir semua BUKU bank terutama di bank BUKU 3 dan BUKU 4.
OJK menilai suku bunga dana perbankan telah diluar kewajaran. Tingginya suku bunga dana ini pada gilirannya akan berdampak pada high cost economy, perlambatan ekspansi kredit, peningkatan risiko kredit, penurunan aktivitas perekonomian dan terhambatnya pertumbuhan ekonomi.















