Country Director UNDP Indonesia, Bahuet juga menyampaikan pentingnya peran sektor jasa keuangan dan literasi keuangan yang secara eksplisit terintegrasi dalam SDGs. Dengan memperluas akses keuangan dan inklusi keuangan, maka beberapa target SDGs dapat dicapai dalam waktu yang bersamaan dengan mengurangi kemiskinan, meningkatkan ketahanan pangan, mendukung kesetaraan gender dan mengurangi kesenjangan sosial.
Acara penandatanganan LoI turut dihadiri oleh para perwakilan kementerian/lembaga pemerintah terkait, perwakilan negara sahabat, lembaga jasa keuangan, serta organisasi internasional regional dan multilateral.
Setelah penandatanganan, dilanjutkan dengan penyelenggaraan Panel Diskusi dengan topik “Peran Lembaga Jasa Keuangan dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)”.
Panel diksusi tersebut menghadirkan para panelis diantaranya Gellwyn Daniel Hamzah Jusuf, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam dari Bappenas; Erna Witoelar selaku Pemerhati senior masalah pembangunan berkelanjutan; Daniel Togu Dedo, Presiden Direktur Bank Nusa Tenggara Timur (NTT); Agus Sugiarto, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, dan Patrisia Helena Saraswati, Advisor UNDP sebagai moderator.














