Dalam kesempatan itu, Menko Polhukam juga melakukan klarifikasi mengenai isu-isu yang beredar saat ini, misalnya saja ada isu bahwa TNI menggunakan bom dalam pencarian kelompok kriminal tersebut. Menko Polhukam menegaskan bahwa tidak ada penggunaan bom. Namun aparat keamanan menggunakan granat-granat pelontar.
“Tidak ada kita gunakan bom tapi kalau kita gunakan granat-granat pelontar iya, suaranya untuk orang awam sama dengan bom, suaranya tapi barangnya tidak. Kalau bom dijatuhkan dari udara, ini ditembakan dari senapan. Jadi jangan sampai ada berita yang simpang siur seperti itu,” kata Menko Polhukam.
Menko menambahkan, operasi lanjutan masih terus dilakukan. “Kemarin ada berita simpang siur tentang jumlah pasukan dan sebagainya, diakui bahwa memang ada satuan bantuan yang non organik, tidak hanya organik pasukan-pasukan Brimob maupun TNI di Papua yang dikerahkan atau setempat, tetapi juga didatangkan dari pasukan non organik bukan dari Papua, apakah itu Brimob maupun Kopassus,” jelasnyand.
“Ini karena memang dibutuhkan untuk satu operasi pengejaran yang tidak mudah karena memang medannya sangat sulit sekali,” kata Menko Polhukam Wiranto.













