SRTG optimistis terhadap ekspansi bisnis Brawijaya, dengan didukung oleh tim manajemen yang kuat dan memiliki pengalaman panjang di sektor kesehatan. Kolaborasi SRTG dan Brawijaya akan memperkuat operasional rumah sakit dan mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Sementara itu, Lany D. Wong, Direktur Keuangan SRTG, menjelaskan, Loan-to-Value (LTV) perusahaan meningkat menjadi 3,1% di tahun 2024 dari 0,5% pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan upaya SRTG dalam mengoptimalkan struktur permodalan guna mendukung peluang investasi berkualitas tinggi.
Lany menegaskan bahwa tingkat ini tetap berada dalam batas yang sehat, memberikan fleksibilitas keuangan yang kuat serta memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan peluang pasar secara optimal.
“Dengan struktur keuangan yang kuat dan efisien, SRTG dapat mengoptimalkan setiap peluang investasi di Indonesia yang masih terbuka luas. Sesuai komitmen SRTG, investasi perusahaan akan diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat,” kata Lany.
Sebagai informasi, Lany menyampaikan update perusahaan portofolio SRTG, khuhusnya di perusahaan terbuka. Pertama, PT AlamTri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Pada Desember 2024, ADRO menyelesaikan Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) dan divestasi anak perusahaan batu bara termal di bawah PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).














