Sementara itu, anak perusahaannya, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) berhasil mencatatkan kinerja produksi nikel yang kuat. Ini ditopang oleh kinerja tambang SCM. Produksi saprolit meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 4,9 juta wmt pada tahun 2024 dari 2,3 juta wmt pada tahun 2023, sementara produksi limonit mencapai 10,1 juta wmt. Peningkatan produksi disertai dengan pengurangan biaya, di mana biaya produksi tunai saprolit dan limonit masing-masing turun sebesar 24% dan 22% pada kuartal IV 2024 dibandingkan dengan kinerja di kuartal I.
Patut dicatat, sepanjang tahun 2024, MDKA mencatat beberapa pencapaian penting. Satu, Acid Iron Metal – AIM Plant adalah pabrik pirit telah beroperasi penuh, dan pabrik asam telah mulai beroperasi sejak April 2024. Konstruksi pabrik logam klorida juga telah rampung, dan saat ini tengah memasuki tahap uji coba. Pabrik katoda tembaga sementara itu memasuki tahap konstruksi akhir, dan tengah dilakukan uji coba parsial yang dimulai pada kuartal IV tahun 2024.
Dua, PT ESG HPAL (JV with GEM). MBMA bermitra dengan GEM Co, Ltd. (GEM) untuk mengembangkan dan mengoperasikan PT ESG. Pabrik train A autoclave yang memiliki kapasitas produksi tahunan mencapai 20.000 ton nikel dalam program PLTMH per tahun mulai berproduksi pada Desember 2024. Sementara itu, pabrik Train B, dengan kapasitas produksi 10.000 ton per tahun, akan mulai memproduksi pada Kuartal I 2025.














