Tentu saja, masih belum cukup bila mengandalkan produksi nasional yang berada pada kisaran 745 ribu bph.
Sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut harus dilakukan impor.
“Program-program dalam upaya untuk mempertahankan maupun meningkatkan produksi minyak nasional merupakan peluang besar Elnusa,” ulasnya.
Ali menambahkan, secara fundamental bisnis Elnusa ini akan terus berjalan sesuai dengan pemenuhan kebutuhan energi nasional.
“Dan bagi kami ini merupakan suatu fundamental yang sangat kokoh untuk kami lakukan ekspansi bisnis,” tuturnya.
SKK Migas sudah mencanangkan empat pilar target produksi minyak nasional satu 1 juta bph di tahun 2030.
Pertama, menjaga produksi existing, kedua percepatan resource to production, penerapan Enhance Oil Recovery (EOR), dan yang terakhir adalah Giant Discoveries.
“Dari empat pilar tersebut Elnusa memiliki portofolio bisnis yang berimbang dan lengkap dari hulu hingga hilir yang mencakup empat pilar tersebut dan dapat mendukung target produksi 1 juta bph tersebut. Hingga saat ini Elnusa telah berkontribusi dan akan terus berperan aktif melalui kompetensi yang dimilikinya,” imbuh Ali.
Dalam pilar pertama menjaga produksi existing, Elnusa memiliki kompetensi dan kapabilitas di sektor hulu migas melalui berbagai jasa operasi produksi dan maintenance untuk lifting migas.














