Namun demikian, jelas dia, keberlanjutan optimisme pelaku bisnis di Indonesia akan bergantung pada sikap pemerintah dalam menetapkan regulasi yang terkait dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
“Sektor ritel terutama yang akan terpengaruh, kalau PPKM kembali diketatkan,” katanya.
Tetapi, lanjut Johanna, pengalaman di tahun sebelumnya sudah cukup membuktikan bahwa sektor ritel mampu bertahan, karena ditopang oleh pemasaran berbasis teknologi digital. Bahkan, kata dia, saat ini penjualan produk secara online justru menjadi tren yang terus berkembang.
Dia menegaskan, pada Semester II-2021, pelaku bisnis sudah kembali melakukan aktivitas usaha yang lebih baik dibanding paruh pertama tahun lalu.
“Tetapi, bisnis yang sudah berjalan ini tentunya diikuti oleh kenaikan tingkat inflasi. Pemerintah harus berperan juga menjaga laju inflasi,” tutur Johanna.
Terkait faktor dari eksternal, kata dia, Grant Thornton menyarankan agar para pelaku bisnis maupun regulator di Indonesia mencermati juga kebijakan moneter Federal Reserve AS terkait rencana menaikkan tingkat suku bunga Fed Funds Rate di 2022.













