JAKARTA, BERITAMONETER.COM – Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis menyambut tahun 2026. Menyongsong tahun 2026, BEI telah menetapkan sejumlah target pencapaian, yaitu pertumbuhan jumlah investor sebanyak 2 juta investor baru dan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) mencapai Rp15 triliun per hari.
Selain itu, BEI menargetkan total jumlah pencatatan efek baru di pasar modal mencapai 555 efek baru. Ini meliputi dari efek saham, obligasi/sukuk, Kontrak Investasi Kolektif (KIK) baru yang mencatatkan DIRE/DIRE Syariah, DINFRA, ETF, KIK-EBA/KIK-EBA Syariah, EBA-SP/EBA-SP Syariah.
Menurut Iman Rachman, Direktur Utama BEI, dukungan pemangku kepentingan pasar modal menjadi faktor penting dalam pencapaian target tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Guna menjaga momentum pertumbuhan, BEI bersama SRO dengan dukungan OJK dan para pemangku kepentingan, terus mengembangkan berbagai produk, layanan, serta inisiatif strategis,” kataya dalam konferensi pers Penutupan BEI Tahun 2025 di Gedung BEI, Jakarta, dikutip Jumat (02/01/2026).
Iman mengemukakan, sepanjang tahun 2025, BEI telah melakukan sejumlah pengembangan. Pengembangan tersebut meliputi Perdagangan Internasional Perdana Unit Karbon Indonesia melalui IDXCarbon pada 20 Januari 2025, Peluncuran Kontrak Berjangka Indeks Asing (KBIA) pada 25 Februari 2025, Peluncuran SPPA Repo dan Waran Terstruktur Tipe Put pada 10 Maret 2025.











