“Itu orasi. Pemimpin itu harus setiap hari lahir. Apalagi sekarang. Kalau dulu kan chanel media itu sedikit, sehingga orang bisa melihat pemimpinnya melalui panggung, melalui televisi dan radio. Tapi sekarang, kita di DPR ini punya chanel tv dan radio parlemen, yang sedang kita usahakan agar mempunyai chanel khusus, sehingga dipublik itu tahu ada dua chanel, yakni satu yang melaksakan, satunya mengawasi (Parlemen). Itu sama-sama ditonton oleh publik nanti. Jangan cuma satu chanel,” katanya lagi.
Karena itu lah, Fahri Hamzah menyambut positif kegiatan Bintang Orator yang diselenggarakan oleh Pemberitaan Parlemen Kesetjenan DPR RI, dengan harapan dibuat secara rutin. Bila perlu di dalam pidatonya itu, juga digambarkan sejarah bagaimana orang Indonesia belajar pidato, dan menjelaskan bagaimana Bung Karno berlatih di depan cermin, sampai cerminnya pecah.
“Itu semua kita gambarkan, karena pusat atau salah satu medium dari heroisme baru bangsa Indonesia adalah para pemimpinnya yang orator-orator ini. Karena itu, saya mengucapkan selamat kepada yang menjadi finalis. Anda adalah orator-orator masa depan dan jangan berhenti menjadi orator,” harap Anggota DPR dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. ***













