JAKARTA-Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menyoroti peran Bulog yang belum maksimal terkait kesejahteraan petani. Padahal penduduk Indonesia itu, mayoritas mengandalkan hidupnya dari sektor pertanian. “Indonesia itu, 70 persen penduduknya hidup dari pertanian. Itu artinya, mana mungkin ada kemakmuran kalau petani tidak dibantu,” kata Wakil Ketua MPR Osman Sapta Odang (OSO) saat membuka Halaqoh Nasional Pertanian berthema: “Daulat Petani Daulat NKRI.” yang digelar Gerakan Pemuda Ansor di Gedung Serbaguna I Asrama Haji Pondok Haji, Jakarta Timur, Selasa (14/3/2017).
Halaqoh ini termasuk salah satu rangkaian kegiatan hari lahir ke-83 GP Ansor, diikuti seribu kader GP Ansor dari Jawa dan Madura. Wakil Ketua MPR RI DR. Oesman Sapta, Selasa siang (14/3/2017), mendapat kehormatan membuka kegiatan halaqoh ini, sekaligus menyampaikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR untuk para peserta. Hadir dalam kesempatan ini, antara lain: Anggota Komisi IV DPR Drs. H. Taufik R. Abdullah, dan Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas.
Maka itulah pentingnya peran Bulog di masa depan, kata pegiat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), untuk membantu petani dengan cara membeli hasil-hasil dari petani. “Jangan begitu musim paceklik beras tidak ada, akhirnya harus impor,” ungkap Oesman Sapta lagi.













